Kabupaten Serang,” Tabloid Putrapos.Com.-
Al-Qur’an merupakan kitab suci umat Islam yang kemurniannya senantiasa terjaga dan terpelihara (Surat al Hijr: 9), berbeda dengan kitab-kitab suci umat sebelumnya. Proses penjagaan dan pemeliharaan al-Qur’an dilakukan dengan menggunakan tradisi tertua, yaitu menghafal. Meskipun tradisi tulis juga sudah ada, namun tradisi menghafal merupakan tradisi yang lumrah pada masa itu. sepeninggal Nabi Muhammad saw, tradisi menghafal al-Qur’an berlanjut pada masa kekhalifahan (khulafaurrasyidin), kemudian berlanjut masa tabiin dan seterusnya hingga masa sekarang.
Lalu apa hubungan sosok Ratu Rachmatu Zakiah dengan Al-Qur’an?
Sejarah mencatat dengan tinta emas bahwa dalam diri seorang Ratu Rachmatu Zakiah telah mengalir darah ulama besar sang penjaga al-quran di Nusantara. Sang kakek yang bernama Tubagus Sholeh adalah Musnid Quran di Nusantara yang telah berhasil mencetak generasi quran dimasanya. Melalui sang kakek juga sanad al-quran terpelihara bahkan sampai di pulau Sumatera. Disamping itu, buyutnya yang bernama Tubagus Makmun Al-Bantani bahkan pernah didaulat menjadi Imam di Masjidil Haram. Ujar Daud Peneliti Manuskrip Ulama Nusantara.
Menurut Daud semangat menjaga al-quran diteruskan oleh seorang ratu rachmatu zakiah bersama sang suami Yandri Susanto yang juga Menteri Desa PDT, Ia merintis sebuah yayasan Al-quran yang diberinama Pondok Pesantren Bai Mahdi Sholeh Makmun.
Sudah lumrah bagi kebanyakan ulama besar dari tanah banten memiliki nasab bersambung dengan maulana sultan Hasanuddin tidak terkecuali dengan Tubagus Syekh Sholeh. ujar Daud
Berdasarkan catatan keluarga, berikut sanab sang Musnid Quran ini yaitu, Bai Mahdi ( ayah Ratu Rachmatu Zakiah ) bin Tubagus Sholeh bin Tubagus Makmun bin Tubagus Rafiuddin bin Tubagus Hafidz bin Tubagus Zuber bin Pangeran Qadhi bin Pangeran Mandura Raja bin Sultan Abul Mafakhir bin Sultan Maulana Muhammad bin Sultan Maulana Hasanuddin. Ungkap Daud
Dengan demikian darah ulama dan Pemimpin ada dalam diri seorang Ratu Zakiah. ia juga dikenal sebagai aktivis NU tercatat bahwa Ratu Zakiah memimpin Fatayat NU Kabupaten Serang selama dua priode. Ungkap Daud
Menurut Cecep Azhar sosok Bu Ratu Zakiyah adalah seorang yang Berintegritas, Intelectual Religius, Tawadhu, Bijaksana, sederhana dan dikenal masyarakat luas baik dikalangan Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Alim Ulama, Akademisi, Santri, Guru dan Semua di lingkungan pesantren di Banten. Bu Ratu Zakiyah juga sebagai Ketua Yayasan di Pondok Pesantrennya Bai Mahdi Sholeh Makmun yang didalam Ponpesnya tersebut mengurus, mengasuh, menyekolahkan, dan memberikan semua kebutuhan sehari-hari ada ratusan anak-anak yatim piatu. Pekerjaan yang sangat mulia ini semoga allah membalas amal kebaikan Bu Ratu Zakiyah yang saat ini notabenenya Calon Bupati Serang amiin. ujar Cecep azhar
Dorongan dari para ulama di Banten menyatakan bahwa Bu Ratu Zakiyah merupakan Calon Bupati Serang yang potensial dan memiliki integritas yang tinggi serta dapat mempersatukan berbagai kepentingan di Kabupaten Serang. Bu Ratu Zakiyah juga dinilai sosok yang komplit dan bebas dari korupsi. ujar Cecep Azhar
Kecintaannya yang begitu besar terhadap warga kabupaten serang juga menjadi dorongan tersendiri untuk dapat mengabdi diri guna membangun dan menata ulang Kabupaten Serang yang kini dihadapkan pada banyak problem. Ujar Cecep Azhar selaku Ketum di Law Office PBH Tajusa Azhari
(RED)